👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📙 Muqaddimah Bagian 1
🔊 Kajian 01 | Pentingnya Kita Belajar Agama
⬇️ download audio di 🌐 http://goo.gl/h4UHH3
~~~~~~~~~~~~~~~
بسم
الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, و على آله و صحبه وَمَنْ تَبِعَ سنّة، أما بعد.
Ikhwah
fiddin a'āzāniyallāhu wa iyyakum.
Pada halaqoh
pertama muqaddimah bagian pertama, kita akan menjelaskan tentang pentingnya
belajar agama.
Para ikhwah
fiddin a'āzāniyallāhu wa iyyakum, belajar agama adalah salah satu tanda
seseorang dia diberi taufiq untuk mendapatkan kebaikan.
Dimana
sekarang orang-orang meninggalkan agama, meninggalkan sabda Rasūlullāh
shallallāhu 'alayhi wa sallam yang mana dia adalah sumber kebaikan dan
keselamatan seseorang di dunia maupun di akhirat.
Di dalam
sebuah hadits riwayat Mu'awiyah radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu beliau berkata
bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ - صحيح البخاري و مسلم
Kata Rasūlullāh:
"Barangsiapa yang Allāh kehendaki kebaikan maka niscaya Allāh akan
fahamkan dia dalam urusan agamanya". (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini
menunjukkan pentingnya pemahaman di dalam agama karena dia adalah alamat
kebaikan yang Allāh kehendaki dalam diri seseorang.
Dan
kebalikannya, seseorang yang tidak Allāh
kehendaki kebaikan pada dirinya niscaya dia tidak akan difahamkan dalam agama.
Tidak akan ada keinginan untuk belajar agama, dia sama sekali tidak menoleh
kepada ilmu agama, sehingga bagaimana dia akan mendapatkan kebaikan manakala
dia tidak faham akan kebaikan itu sendiri.
Oleh karena
itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, beliau mengatakan :
Dan setiap
orang yang Allāh kehendaki kebaikan pada dirinya maka PASTI Allāh akan fahamkan
dia dalam urusan agamanya. Dan orang-orang yang dia tidak difahami difahamkan
dalam urusan agamanya maka dia tidak diinginkan kebaikan pada dirinya.
Akan tetapi,
ini perlu menjadi catatan :
Tidak setiap
orang yang dia difahamkan dalam urusan agamanya pasti akan dikehendaki Allāh
kebaikan pada dirinya.
Kenapa?
Karena kata beliau : Karena tidak cukup memahami agama, akan tetapi harus
disertai dengan mengamalkan pemahaman tersebut.
Oleh karena
itu ikhwah fiddin a'aazaaniyallaahu wa iyyakum, kata beliau: Pemahaman agama
itu adalah salah satu syarat untuk mendapatkan keberhasilan, kemenangan,
kebahagiaan, kebaikan dan seterusnya.
Oleh karena
itu ikhwah fiddin a'aazaaniyallaahu wa iyyakum, bagi siapapun yang menginginkan
kebaikan, keselamatan di dunia dan di akhirat:
🍃Yang PERTAMA
Adalah dia
harus mempelajari agama yang Allāh turunkan kepada rasulnya kepada Rasūlullāh
shallallāhu 'alayhi wa sallam karena apa yang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa
sallam bawa itu adalah sumber kemashlahatan, sumber kebaikan dan sumber keselamatan
di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang berpaling dari apa yang dibawa
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam maka sungguh dia tidak ada kebaikan
pada dirinya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi
wa sallam.
Bagaimana
seseorang bisa menempuh jalan-jalan keselamatan apabila dia tidak
mengetahuinya. Bagaimana dia bisa mendapatkan kebaikan berupa surga sementara
dia tidak tahu jalannya.
Oleh karena
itu ikhwah fiddin a'aazaaniyallaahu wa iyyakum, ini adalah pintu pertama
pembuka bagi setiap orang yang menginginkan kebaikan di dunia dan di akhirat,
dia harus memahami perintah Allāh dan perintah RasulNya. Dia harus faham akan
agamanya karena itu adalah sumber keselamatan di dunia dan di akhirat.
🍃Yang KEDUA
Bahwasanya
pemahaman tadi tidak akan bermanfaat apabila tidak diamalkan. Ini adalah syarat
kedua seseorang bisa selamat di dunia dan di akhirat, yaitu mengamalkan
ilmunya, mengamalkan apa yang dia fahami. Bagaimana seseorang bisa selamat
tatkala dia mengetahui jalan keselamatan akan tetapi dia tidak menempuhnya.
Oleh karena
itu tidak cukup dengan memahami agama, akan tetapi kita juga mengamalkannya.
Oleh karena itu kita berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla agar senantiasa
diberikan pemahaman terhadap ilmu agama dan diberikan kemudahan untuk
mengamalkannnya dan diberikan taufiq untuk diterima amalan-amalan kita.
Do’a dari Sunnah
Rasulullah:
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدِنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا وَارْزُقْنِي َعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Demikian
kita do'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Ya Allāh
berikanlah manfaat terhadap ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku dan
ajarkanlah ilmu-ilmu yang bermanfaat kepadaku dan tambahkanlah ilmu dan
berikanlah rizki berupa pemahaman dan berikanlah rizki berupa amal-amal yang
diterima disisi Engkau.
Dan kepada
Allāh lah kita berharap dan kita berdoa agar senantiasa membimbing kita di atas
hidayah Islam, hidayah Iman sehingga
kita bisa bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan hati yang bersih,
hati yang diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Demikian
pertemuan pertama kita, in syā Allāh kita akan lanjutkan pada pertemuan
berikutnya
و صلى الله على النّبيّنا محمد و على آله و صحبه و سلم
Tidak ada komentar:
Posting Komentar