👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā' ' | Kitab Thaharah
🔊 Kajian 05 | Pembagian Jenis Air
berdasarkan Penggunaannya dalam Thoharoh
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~
ثم
المياه على أربعة أقسام طاهر مطهر، مكروه وهو الماء المشمس وطاهر غير مطهر وهو الماء المستعمل والمتغير بما خالطه من الطاهرات وماء نجس.
Jenis air
ada 4 (empat) yaitu:
(1) air suci
dan mensucikan;
(2) air yang
makruh yaitu air musyammas;
(3) air suci
tapi tidak meyucikan yaitu air mustakmal dan air yang air berubah karena
kecampuran perkara suci;
(4) air
najis
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
بسم
اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, أما بعد.
Para ikhwah
fiddīn a'āzaniyallāhu wa iyyākum wa akhawāt fillāh,
Pada halaqoh
yang ke-5 ini kita akan membahas tentang pembagian macam-macam air dilihat dari
penggunaannya di dalam thaharah.
Berkata
Muallif (pengarang) rahimahullāhu Ta'āla:
((ثم المياه على أربعة أقسام))
"Kemudian
pembagian air ada 4 macam"
Pembagian 4
macam ini di dalam mahdzab Syāfi'iyyah, dimana 3 macam adalah masyhur di
kalangan para fuqahā dan 1 macam khusus di dalam madzhab Syāfi'iyyah.
Tiga macam
yang masyhur di dalam pembagian oleh para fuqahā:
1⃣ Yang pertama air
yang thahūr yaitu air yang suci dan mensucikan, contohnya adalah air hujan.
2⃣ Kemudian air yang
thāhir yaitu air yang suci namun tidak mensucikan, contohnya adalah air teh.
3⃣ Yang ketiga air
yang najis yaitu air yang terkena barang atau benda-benda yang najis.
4⃣ Kemudian
pembagian yang KHUSUS didalam madzhab Syāfi'i yaitu air yang thahūr wa makruh,
air yang suci dan mensucikan akan tetapi air tersebut makruh untuk digunakan.
Berkata
Muallif (pengarang) rahimahullāhu Ta'āla setelah menjelaskan bahwasanya
pembagian air ada 4 macam;
((طاهر ومطهر غير مكروه وهو الماء المطلق))
PERTAMA
Air yang
suci dan mensucikan yang dan dia tidak makruh penggunaannya, maka ini adalah
air mutlak.
Para ikhwah
fiddīn a'āzaniyallāhu wa iyyākum (semoga Allāh memuliakan kita),
Air ini
adalah:
· Air yang
digunakan untuk kita bersuci.
· Air yang
dapat mengangkat hadats dan menghilangkan najis.
· Dia adalah
air mutlak.
Dan apa itu
air mutlak?
Dikatakan
para ulama:
كل
ماء بقي على وصفه التي خلقه الله عليه
"Yaitu
setiap air yang dia masih tetap pada sifat aslinya yang Allāh ciptakan
dia."
Yang Allāh
ciptakan air tersebut maka ini disebut sebagai air mutlak, yaitu setiap air
yang dia tetap pada sifat asli yang Allāh ciptakan dia dengannya.
Kemudian,
atau kita katakan:
كل
ماء نزل من السماء أو نبع من أرض بدون أن يغيره إستخدام البشر و هذا و ماؤه طهور
"Atau
setiap air yang dia turun dari langit atau muncul ke permukaan dari bumi dan
tidak berubah dengan penggunaan manusia maka ini adalah air yang thahūr (suci
dan mensucikan)."
Apa yang
dimaksud dengan:
بقي
على أصله القطعه
"Yaitu
dia tetap pada sifat asalnya".
Yaitu
maksudnya adalah tidak berubah 3 sifat asli yang terkait dengan warna, maupun
baunya, maupun rasanya.
(1) Apabila
berubah salah satu saja maka air tersebut berubah dari sifat aslinya sehingga
tidak bisa digunakan untuk bersuci.
(2) Apabila
berubah karena benda yang suci maka dia menjadi air yang suci dan tidak
mensucikan.
(3) Apabila
berubah dikarenakan benda yang najis maka dia menjadi air yang najis yang tidak
suci dan tidak mensucikan.
Kemudian
perlu diketahui bahwa perubahan air disebabkan benda yang suci ada 2 macam;
⑴ Perubahan yang tidak mungkin dihindari.
Seperti
misalnya air sungai yang mengalir di tanah atau di batu kapur atau di permukaan
lain yang menyebabkan perubahan warna, bau maupun rasanya. Walaupun berubah
akan tetapi air tersebut tetap memiliki predikat thahūr (suci dan mensucikan).
Berbeda
apabila perubahan yang kedua yaitu;
⑵ Perubahan yang bisa dihindari.
Seperti air
teh, ini bisa dihindari. Maka apabila air kemudian diberi dengan teh dan
berubah warna, rasa dan baunya atau salah satunya maka dia menjadi air yang
suci namun tidak mensucikan.
Oleh karena
itu, air disebut air mutlak adalah air yang apabila kita menyebutkan kepada
orang lain "air" maka terbetik di dalam pikirannya air yang dimaksud
yaitu air yang masih tetap pada sifat penciptaannya yang pertama kali.
Demikian,
kita akan lanjutkan pada halaqoh berikutnya tentang pembagian yang ke-2 dari
pembagian air.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه و سلم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Tidak ada komentar:
Posting Komentar