Kamis, 11 Juni 2015

Kajian 05 | Pembagian Jenis Air berdasarkan Penggunaannya dalam Thoharoh



👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā' ' | Kitab Thaharah
🔊 Kajian 05 | Pembagian Jenis Air berdasarkan Penggunaannya dalam Thoharoh
Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~
ثم المياه على أربعة أقسام طاهر مطهر، مكروه وهو الماء المشمس وطاهر غير مطهر وهو الماء المستعمل والمتغير بما خالطه من الطاهرات وماء نجس.

Jenis air ada 4 (empat) yaitu:
(1) air suci dan mensucikan;
(2) air yang makruh yaitu air musyammas;
(3) air suci tapi tidak meyucikan yaitu air mustakmal dan air yang air berubah karena kecampuran perkara suci;
(4) air najis 

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, أما بعد.

Para ikhwah fiddīn a'āzaniyallāhu wa iyyākum wa akhawāt fillāh,

Pada halaqoh yang ke-5 ini kita akan membahas tentang pembagian macam-macam air dilihat dari penggunaannya di dalam thaharah.

Berkata Muallif (pengarang) rahimahullāhu Ta'āla:

((ثم المياه على أربعة أقسام))

"Kemudian pembagian air ada 4 macam"

Pembagian 4 macam ini di dalam mahdzab Syāfi'iyyah, dimana 3 macam adalah masyhur di kalangan para fuqahā dan 1 macam khusus di dalam madzhab Syāfi'iyyah.

Tiga macam yang masyhur di dalam pembagian oleh para fuqahā:
1⃣ Yang pertama air yang thahūr yaitu air yang suci dan mensucikan, contohnya adalah air hujan.
2⃣ Kemudian air yang thāhir yaitu air yang suci namun tidak mensucikan, contohnya adalah air teh.
3⃣ Yang ketiga air yang najis yaitu air yang terkena barang atau benda-benda yang najis.
4⃣ Kemudian pembagian yang KHUSUS didalam madzhab Syāfi'i yaitu air yang thahūr wa makruh, air yang suci dan mensucikan akan tetapi air tersebut makruh untuk digunakan.

Berkata Muallif (pengarang) rahimahullāhu Ta'āla setelah menjelaskan bahwasanya pembagian air ada 4 macam;

((طاهر ومطهر غير مكروه وهو الماء المطلق))

PERTAMA
Air yang suci dan mensucikan yang dan dia tidak makruh penggunaannya, maka ini adalah air mutlak.

Para ikhwah fiddīn a'āzaniyallāhu wa iyyākum (semoga Allāh memuliakan kita),

Air ini adalah:
· Air yang digunakan untuk kita bersuci.
· Air yang dapat mengangkat hadats dan menghilangkan najis.
· Dia adalah air mutlak.

Dan apa itu air mutlak?

Dikatakan para ulama:

كل ماء بقي على وصفه التي خلقه الله عليه  

"Yaitu setiap air yang dia masih tetap pada sifat aslinya yang Allāh ciptakan dia."

Yang Allāh ciptakan air tersebut maka ini disebut sebagai air mutlak, yaitu setiap air yang dia tetap pada sifat asli yang Allāh ciptakan dia dengannya.

Kemudian, atau kita katakan:

كل ماء نزل من السماء أو نبع من أرض بدون أن يغيره إستخدام البشر و هذا و ماؤه طهور

"Atau setiap air yang dia turun dari langit atau muncul ke permukaan dari bumi dan tidak berubah dengan penggunaan manusia maka ini adalah air yang thahūr (suci dan mensucikan)."

Apa yang dimaksud dengan:

بقي على أصله القطعه

"Yaitu dia tetap pada sifat asalnya".

Yaitu maksudnya adalah tidak berubah 3 sifat asli yang terkait dengan warna, maupun baunya, maupun rasanya.

(1) Apabila berubah salah satu saja maka air tersebut berubah dari sifat aslinya sehingga tidak bisa digunakan untuk bersuci.
(2) Apabila berubah karena benda yang suci maka dia menjadi air yang suci dan tidak mensucikan.
(3) Apabila berubah dikarenakan benda yang najis maka dia menjadi air yang najis yang tidak suci dan tidak mensucikan.

Kemudian perlu diketahui bahwa perubahan air disebabkan benda yang suci ada 2 macam;

Perubahan yang tidak mungkin dihindari.

Seperti misalnya air sungai yang mengalir di tanah atau di batu kapur atau di permukaan lain yang menyebabkan perubahan warna, bau maupun rasanya. Walaupun berubah akan tetapi air tersebut tetap memiliki predikat thahūr (suci dan mensucikan).

Berbeda apabila perubahan yang kedua yaitu;

Perubahan yang bisa dihindari.

Seperti air teh, ini bisa dihindari. Maka apabila air kemudian diberi dengan teh dan berubah warna, rasa dan baunya atau salah satunya maka dia menjadi air yang suci namun tidak mensucikan.

Oleh karena itu, air disebut air mutlak adalah air yang apabila kita menyebutkan kepada orang lain "air" maka terbetik di dalam pikirannya air yang dimaksud yaitu air yang masih tetap pada sifat penciptaannya yang pertama kali.

Demikian, kita akan lanjutkan pada halaqoh berikutnya tentang pembagian yang ke-2 dari pembagian air.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه و سلم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Tidak ada komentar:

Posting Komentar