🔊 Kajian 02 | Pentingnya
Kita Belajar Agama
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~
بسم
اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, و بعد.
Ikhwah
fiddin a'āzaniyyallāhu wa iyyakum, pada halaqoh ke-2 ini, di dalam muqaddimah
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai pelajaran kita tentang
ringkasan Fiqih Syar'iyyah Matan Abū Syujā'.
1⃣ Wajib bagi para
penuntut ilmu untuk mengikhlaskan niat karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla, karena
menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah dan bagian dari jihad fī sabīlillāh.
Allāh Ta'āla
berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا الله مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
"Dan
tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk memurnikan keta'atan hanya kepada
Allāh Subhānahu wa Ta'āla." (Al-Bayyinah:5)
Dan niatkan
kita menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan yang ada pada diri kita
dan juga kita berusaha mengangkat kebodohan yang ada pada diri orang lain, agar
kita semua dan mereka bisa memahami apa yang diridhai oleh Allāh Subhānahu wa
Ta'āla dan RasulNya.
2⃣ Hendaknya
bersabar di dalam menuntut ilmu dan tidak tergesa-gesa. Hendaknya bertahap,
mulai dari tahap yang dasar, kemudian menengah dan dilanjutkan dalam tahap
berikutnya.
Diantara
tahap dasar bagi seseorang adalah dia menuntut ilmu, mengetahui perkara-perkara
yang mendasar yang wajib 'ain bagi dirinya.
Dan diantara
tahap awal dalam masalah cabang ilmu fiqih adalah memulai memahami gambaran
permasalahan secara ringkas sebelum mendalami atau menyibukkan diri dalam
permasalahan-permasalahan yang mendetail, perbedaan para ulama, dalil-dalil
mereka dan seterusnya.
Allāh Ta'āla
berfirman :
كُونُوا رَبَّانِيِّينَ
"Dan
jadilah kalian seorang yang Rabbani." (Ali Imran:79)
Ibnu 'Abbās
radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu, beliau mengatakan tentang ulama Rabbani, mereka
adalah
أَنَّهُ الَّذِيْ يُعَلِّمُ النَّاسَ بِصِغَارِ الْعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ.
"Mereka
adalah orang-orang yang mengajarkan manusia perkara-perkara yang mendasar
sebelum perkara-perkara yang lanjut."
Oleh karena
itu, adalah sebuah kesalahan apabila kita menyibukkan diri kita atau
menyibukkan orang lain pada perkara-perkara khilaf diantara para ulama.
Padahal kita
sendiri atau orang lain belum mengetahui perkara yang mendasar yang wajib untuk
diketahui.
3⃣ Para ulama, baik
yang terdahulu maupun yang terkini, mereka senantiasa mengajarkan kitab-kitab
fiqih secara bertahap.
Mulai dari
tahap yang dasar, menengah kemudian lanjut. Sebagaimana para ulama terdahulu,
mereka menulis kitab-kitab dari dasar, seperti Imam Nawawi rahimahullāhu
Ta'āla,
Beliau
menulis Kitab Al-Minhaj yang merupakan ringkasan fiqih Asy-Syāfi'i.
Kemudian
dilanjutkan dengan Kitab Ar-Raudhah yang lebih panjang penjelasannya.
Kemudian
dilanjutkan dengan Kitab Al-Majmu' yang merupakan disana dijelaskan tentang
perbedaan pendapat para ulama, dalil-dalil dan diskusi diantara mereka.
Begitu juga Ibnu
Qudāmah Al-Hambali, Beliau menulis kitab dasar Kitab Umdatul Fiqh. Kemudian
dilanjutkan dengan Kitab Al-Kāfi, kemudian dilanjutkan kitab-kitab panjang
yaitu Kitab Al-Mughni sebagaimana yang kita ketahui.
4⃣ Dalam mempelajari
kitab Madzhab Syāfi'i ini, bukan berarti kita fanatik terhadap Madzhab Syāfi'i
ataupun kita taqlid. Karena sesungguhnya, semua perkataan selain dari Rasūlullāh shallallāhu
'alayhi wa sallam bisa diterima ataupun ditolak.
Oleh karena
itu para ulama, baik terdahulu maupun terkini, bahkan Imam Syāfi'i sendiri,
beliau mengatakan :
إِذَا صَحَّ الْحَدِيْثِ فَهُوَ مَذْهَبِيْ
"Apabila
hadits itu shahih maka itu pendapatku."
Oleh karena
itu, hendaknya penuntut ilmu berpegang kepada Al-Kitab dan Sunnah di dalam
berpendapat.
5⃣ Dalam mempelajari
matan Abu Syujā' yang merupakan ringkasan fiqih Syāfi'i ini, akan kami jelaskan secara ringkas saja dan lebih
fokus kepada bagaimana masalah-masalah yang dibahas oleh para ulama atau
gambaran masalah yang dibahas oleh para ulama, bukan pada khilaf ataupun
perbedaan pendapat diantara mereka.
Dan akan
kami jelaskan secara ringkas dalil-dalil apabila nanti dibutuhkan.
Pada
pembahasan kitab fiqih ini tentu akan memakan waktu yang sangat panjang. Oleh
karena itu jika ada kesempatan mendatang, kita bisa selesaikan pada kajian
intensif, baik secara offline maupun online. Maka akan kami sampaikan linknya
kepada para ikhwah sekalian agar faidahnya bisa lebih menyeluruh.
Demikian
yang bisa kami sampaikan pada halaqoh yang ke-2.
وَصَلَّى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ والسلّم
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Tidak ada komentar:
Posting Komentar